Minggu, 13 Februari 2011

MELUDAH DALAM SALAT

MELUDAH DALAM SALAT
Meludah ketika salat tidak membatalkan salat, karena dianggap sebagai gerakan yang sedikit, dan hanya menimbulkan suara tanpa huruf. Walaupun demikian hukumnya makruh, sebaiknya menghindarinya kecuali karena terpaksa sekali.
Dalam hadis Rasulullah Sallallaahu Alaihi Wasallam pernah melihat bekas dahak didinding kiblat. Beliau menjadi sangat marah kemudian beliau menghilangkannya dengan sepotong kayu ditangannya, lalu beliau meminta wewangian ‘abir dan zafran untuk diusapkan ditempat tersebut guna melenyapkan bekas-bekasnya. Setelah itu beliau menoleh kearah sahabta-sahabatnya yang hadir : “siapa diantara kamu yang suka orang lain meludah dimukannya ?”tidak seorangpun,” jawab sahabat, beliau bersabda: jika kamu sedang salat, maka Allah Azza wa Jalla berada diantara kamu dan kiblat.
Dalam riwayat lain disebutkan, yang artinya : “ Allah Taala berada didepannya, maka janganlah seseorang diantara kamu meludah didepannya atau disampingkanannya. Jika terpaksa (harus meludah juga), boleh disamping kiri atau dibawah kaki kirinya. Jika ia merasakan (ingin meludah) secara mendadak, maka bolehlah ia meludah dibajunnya, kemudian menggosok-gosoknya..” (kitab syarah muhazzab jilid III halaman 242) .
Sumber:
RISLAH SALAT dilengkapi dalil-dalilnya Idrus Hasan, MA CV KARYA UTAMA Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar