Selasa, 21 Juni 2011

DASAR-DASAR PENGETAHUAN

    DASAR-DASAR PENGETAHUAN
1Pengetahuan (knowledge) pada mulanya berasal dari bahasa yunani yang bermula dari kata “episteme” dan “loges”, Episteme artinya pengetahuan, dan Loges artinya teori, sehingga epistemology bisa diartikan teori-teori pengetahuan (2). Semua pengetahuan hanya dikenal dan ada didalam pikiran manusia, tanpa pikiran maka sebuah pengetahuan tidak akan eksis. Oleh karena itu keterkaitan antara pengetahuan dengan pikiran merupakan sesuatu yang kodrati.
Pengetahuan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan manusia untuk memperoleh kebenaran (3). Manusia melakukan sebuah penelitian dan mempelajari sesuatu kejadian untuk mendapatkan suatu kebenaran. menurut Bahm ada delapan hal penting yang berfungsi membentuk struktur pikiran manusia sehingga menghasilkan suatu pengetahuan manusia yaitu:
  1. Mengamati (Observes)
Pikiran memiliki peran mengamati obyek-obyek dalam melaksanakan pengamatan terhadap obyek, pikiran haruslah mengandung kesadaran, pengamatan sering kali muncul dari rasa ketertarikan dalam obyek.
  1. Kegiatan Menyelidiki (Inqures)
Ketertarikan pada obyek membuat seseorang mau untuk mempelajari dan menyelidiki obyek tersebut. Bagaimana obyek tersebut ada dan berkembang, manfaat dan obyek tersebut minat seseorang terhadap obyek mendorong mereka mau terlibat untuk memahami dan menyelidiki obyek-obyek tersebut.
  1. Tahapan mempercayai obyek tersebut (Believes)
Setelah mereka mempelajari dan menyelidiki obyek yang muncul dalam kesadaran mereka, biasanya obyek tersebut diterima sebagai obyek yang tampak sikap percaya biasanya dilawankan dengan keraguan.


  1. Hasrat (Keinginan) dan Desires
Hasrat atau keinginan timbul dari adanya ketertarikan pada kesenangan, kehormatan, penghormatan, rasa aman dan lain-lain. Hasrat biasanya melibatkan beberapa perasaan puas dan frustasi dan berbagai respon terhadap perasaan tertentu.
  1. Maksud dan Tujuan (Intends)
Walaupun seseorang memiliki maksud ketika akan mengobservasi, menyelidiki, mempercayai dan berhasrat, namun perasaanya belum tentu mau menerima dengan segera, terkadang mereka enggan atau malas untuk melaksanakanya.
  1. Mengatur (Organizes)
Setiap pikiran adalah suatu organisme yang teratur dalam diri seseorang, pikiran mengatur melalui keadaran yang sudah jadi, disamping itu pikiran mengatur melalui panggilan untuk memunculkan obyek serta melalui pengingatan dan mendukung penampilan obyek-obyek.
  1. Proses Penyesuaian (Adaptasi)
Menyesuaikan pikiran-pikiran yang ada sekaligus melakukan pembatasan-pembatasan yang dibebankan pada pikiran melalui kondisi keberadaan yang tercakup dalam otak da tubuh. Fikiran itu berasal dari fisik, biologis, lingkungan dan kultural.
  1. Proses Menikmati (Enjoys)
Pikiran-pikiran dapat mendatangkan keasyikan, seseorang yang asyik dalam menekuni suatu persoalan, maka ia akan menikmati itu dalam pikiranya 4.
2 Mustansir, Rizal.2001.Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, hal 16

3 Ibid, hal 23

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar