Tampilkan postingan dengan label psikologi abnormal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi abnormal. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2011

Impotensi

Impotensi
Ialah ketidak mampuan pria melakukan relasi seks/ senggama.
Ada 3 macam impotensi:
  1. Impotensi organis jarang ditemukan: yaitu disebabkan oleh cacat organis atau anatomis pada alat kelamin, atau ada kerusakan pada susunan syaraf pusat.
  2. Impotensi fungsional disebabkan karena gangguan pada syaraf, oleh pemakaian obat-obatan tertentu dan obat bius (drugs) yang berlebihan.
    Bisa juga disebabkan karena banyak kecanduan alkohol, atau oleh datangnya menopouse. Oleh kekurangan hormon, kelelahan dan gangguan pada kesehatan badan, misalnya disebabkan oleh penyakit diabetes atau penyakit gula.
  3. Impotensi yang psikogen paling banyak terjadi. Yang disebabkan oleh gangguan psikis, gangguan emosional (rasa ketakutan atau kecemasan) yang hebat, kecewa, jengkel, motif balas dendam, kurang percaya diri dll.

Ada kalanya bisa terjadi ereksi tetapi zakar lemas kembali setelah mendekati vagina , seperti takut pada vagina. Hal ini disebabkan oleh rasa kecemasan atau ketakutan, sebagai produk dari pengalaman traumatis pada waktu kecil atau masa muda. Ada juga karena orang yang terlalu ketat pada tabu-tabu dan larangan seks.
Impotensi juga bisa disebabkan karena penghinaan yang dilontarkan isteri atau partner seksnya sewaktu pria tadi melakukan hubungan dan tidak mampu memuaskan pihak wanita. Bisa juga dilontarkan oleh kawan lelakinya yang bisa menyebabkan timbulnya devaluasi diri. Juga bisa karena anggapan dirinya sendiri bahwa dirinya impotensi.

Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman

Gangguan kepribadian obsesif komplusif

Gangguan kepribadian obsesif komplusif
Sebuah pola mendalam yang sibuk dengan kerapian, perfectsionisme, serta control mental dan interpersonal, seraya mengabaikan fleksibilitas, keterbukaan, dan efisiensi, yang dimulai sejak masa deasa awal dan muncul dalam berbagai konteks, sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai gejala berikut:

  1. sibuk dengan detai, aturan, ururtan, tatanan, organisasi, atau skedul sampai pada tingkat dimana poin utama aktivitas hilang;
  2. meunjukkan perfeksionosme yang berdampak buruk pada penyelesaian tugas (misalnya tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dikarenakan standarnya sendiri yang terlalu kaku);
  3. mencurahkan tenaga secara berlebihan pada pekerjaan produktivitas kecuali aktivitas waktu luang dan persahabatan (yang tidak masuk hitungan berdasarkan kebutuhan ekonomi yang nyata);
  4. terlalu berhati-hati teliti, dan tidak fleksibel mengenai persoalan-pesoalan moralitas, etis atau nilai-nilai (yang tidak masuk hitungan berdasarkan indentifikasi cultural religius);
  5. menolak untuk mendelegasikan tugas atau bekerja bersama orang lain kecuali jika mereka tunduk pada caranya atau melakukan hal-hal secara tepat;
  6. mengadopsi gaya pembelajaan uang yang pelit
Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman

Gangguan kepribadian lari dan kepribadian tergantung

Gangguan kepribadian lari dan kepribadian tergantung

Gangguan kepribadian lari
Sebuah pola mendalam hambatan social, perasaan minder, dan hipersensitif terhadap penilaian negative, yang bermula sejak masa Awal dewasa dan hadir dalam berbagai konteks, sebagimana diindikasikan dengan berbagai gejala berikut:
  1. Menghindari kegiatan okupasional yang melibatkan kontak interpersonal yang signifikan, karena tajut terhadap kritik, celaan atau penolakan;
  2. Tidak adanay kemauan untuk terlibat dengan orang kecuali dengan orang yang disukai;
  3. Menunjukkan pengekangan dalam hubungan yang intim lantaran takut akan dipermalukan atau dtertawakan;
  4. Asyik/sibuk karena dikritik atau ditolak dalam situasi social;
  5. Terkendala dalam situasi interpersonal baru karena perasaan minder.

Gangguan kepribadian tergantung
Sebuah kebutuhan mendalam serta berlebihan untuk dilayani yang mengarah pada perilaku patuh dan manja serta takut akan perpisahan, yang bermula sejak awal masa dewasa dan hadir dalam berbagai konteks, sebagaimana sesuai dengan cirri-ciri berikut:




    1. mengalami kesulitan membuat keputusan sehari-hari tanpa sejumlah besar saran dan jaminan dari orang lain;
    2. memebutuhkan orang lain untuk memikul tanggung jawab terhadap sebagian besar wilayah kehidupan;
    3. mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ketidak sepakatan dengan orang lain sebab takut kehilangan dukungan atau persetujuan;
    4. kesulitan mengambil inisiatif dalam pekerjaan atau memprakarsai suatu hal (dikarenakan kurang percaya diri terhadap kemampuan dan penilaian, bukan lantaran kurang motivasi atau energi);
    5. hingga waktu yang sangat lama terus mendapat bimbingan dan dukungan dari orang lain sampai pada tingkatan rela melaksanakan hal-hal yang tidak menyenangkan;
    6. merasa tidak nyaman atau tidak berdaya ketika sendirian karena ketakutan berlebihan tidak mampu menjaga diri;
    7. mendesak untuk mencari hubungan lain sebagai sumber perhatian atau dukungan ketika sebuah persahabatan berkahir;
    8. secara tidak realistis asyik dengan ketakutan yang dibiarkan untuk menjaga dirinya sendiri.


      Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman

Gangguan kepribadian narsistik

Gangguan kepribadian narsistik
Sebuah pola mendalam sikap membesar besarkan (dalam fantasia atau prilaku, kebutuhan atau pemujaan, dan kurangnya empati, yang dimulai sejak masa dewasa awal dan hadir dalam berbagai konteks, sebagaimana diindikasikan sebagai berikut:

  1. Membesar-besarkan akan pemahaman akan nilai penting diri (misalnya, melebih-lebihkan prestasi dan kemampuan, berharap diakui sebagai superior tetapi tidak sepadan dengan prestasi yang diraih);
  2. Asyik dengan fantasi akan kesuksesan, kekuatan, kecerdasan, kecantikan, atau cinta sejati yang tak terbatas;
  3. Meyakini bahwa ia “special” unik serta hanya bisa dipahami oleh, atau seharusnya berhubungan dengan, orang-orang atau institusi bersetatus tinggi atau yang khusus lainnya;
  4. Butuh penghargaan yang berlebihan;
  5. Punya perasaan istimewa, yaitu harapan-harapan yang tidak selayaknya, khususnya terhadap perlakuan yang menguntungkan atau pemenuhan otomatis terhadap harapan-harapan;
  6. Eksplotitatif secara interpersonal, yakni mengambil keuntungan dari orang lain untuk mencapai tujuannya sendiri;
  7. Kurang rmpati, suka iri hati dan arogan.
Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  

Gangguan kepribadian garis batas


Gangguan kepribadian garis batas
Sebuah pola mendalam instabilitas hubungan interpersonal, citra diri, dan afeksi, serta dicirikan dengan impulsivitas yang dimulai sejak masa dewasa awal dan hadir dalam keragaman konteks, seperti ditunjukkan dalam beberapa sebab berikut:
  1. Usaha besar-besaran untuk menolak ketertinggalan nyata atau yang dibayangkan;
  2. Sebuah pola hubungan interpersonal yang intens dan tidak kokoh yang dicirikan dengan penggonta gentian antara kutub idealisasi dan devaluasi;
  3. Gangguan identitas: citra diri atau pemahaman diri yang secara jelas dan terus menerus tidak kokoh;
  4. Impulsivitas pada setidaknya dua area potensial yang merusak diri (missal, menghambur-hamburkan uang, seks, penyalahgunaan narkoba, berkendara secara brutal, pesta minuman keras);
  5. Prilaku bunuh diri yang berulang, gerak gerik, atau ancaman, atau perilaku memotong diri.
  6. Instabilitas afektif dikarenakan reaktivitas nyata terhadap suasana hati (misalnya disporia episodic yang intens, mudah marah, atau kecemasan yang biasanya berlangsung selama berjam-jam dan tak jarang lebih dari sehari atau dua hari);
  7. Paranoid sementara, terkait stress atau gejala disosiatif (mengucilkan diri) yang parah.
Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman

Gangguan kepribadian antisocial

Gangguan kepribadian 
Sebuah pola mendalam sikap tidak acuh dan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain yang berlangsung semenjak usia 15 tahun, sebagaimana diindikasikan dengan gejala sebagai berikut:

  1. Gagal menyesuaikan diri dengan norma social berkenaan dengan perilaku yang sah menurut hokum sebagaimana diindikasikan dengan menampilkan tindakan yang menyebabakan penahanan secara berulang-ulang;
  2. Kedustaan , sebagaimana ditunjukkan dengan kebohongan berulang, penggunaan nama palsu, atau menipu orang lain demi kesenangan atau keuntungan pribadi.
  3. Impulsivitas (keadaan memperturutkan dorongan hati) atau kegagalan menyususn rencana ke depan;
  4. Sifat lekas marah dan agresif, sebagaimana diindikasikan dengan perkelahian atau penyerangan fisik;
  5. Ketiadaan tanggung jawab yang konsisten, sebagaimana diindikasikan dengan kegagalan berulang untuk memepertahankan prilaku kerja atau kewajiban financial honor yang konsisten.
Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman

Gangguna social skizopital

Gangguna social skizopital
Sebuah pola deficit interpersonal dan social yang mendalam dan ditandai dengan ketidaknyamanan akut dan berkurangny kemampuan untuk menjalin hubungan dekat, dan juga ditandai dengan distorsi kognitif dan perceptual serta perilaku eksentrik, yang bermula sejak awal masa dewasa dan hadir dalam beragam konteks, seperti ditunjukkan dalam beberapa gejala berikut:

  1. Keyakinan-keyakinan aneh atau pemikiran magis yang mempengaruhi prilaku dan tindakan sejalan dengan norma-norma subkultural (misalnya, tahayul, kepercayaan terhadap kewaksitan, telepati atau “indra keenam”; pada anak-anak atau remaja fantasia atau keasyikan yang aneh)
  2. Pengalaman-pengalaman perceptual yang tidak lazim, termasuk ilusi jasadi;
  3. Pemikiran dan omongan yang ganjil (missal, samar, tak langsung, metaforis, terlalu rumit, atau terstereotrip);
  4. Kecurigaan atau ideasi paranoid.
  5. Afeksi yang tertekan atau tidak tepat;
  6. Prilaku yang aneh eksentrik atau ganjil.
Gangguan kepribadian schizoid
Sebuah pola mendalam melepaskan diri dari hubungan-hubungan social dan sebuah rentang pengungkapan emosi yang terbatasi dalam setting interpersonal, yang dimulai pada masa dewasa awal dan hadir dalam beragam konteks, seperti ditunjukkan oleh beberapa sebab berikut:

  1. Tidak meminati, dan tidak menikmati hubungan yang dekat, termasuk menjadi bagian dari sebuah kaluarga;
  2. Hamper selalu memilih aktifitas-aktifitas menyendiri/soliter;
  3. Memiliki sedikit, jika ada, minat dalam pengalaman seksual denga orang lain;
  4. Mengambil kesengan dalam sedikit, jika ada aktifitas;
  5. Tidak punya teman dekat atau orang lain yang dipercaya selain kerabat dekat tingkat pertama.

Gangguan kepribadian paranoid

Gangguan kepribadian paranoid
Sebuah ketidak percayaan mendaam dan kecurigaan terhadap oarng lain sedemikian besar hingga motif mereka ditafsirkan sebagai berhati dengki, yang bermula sejak masa awal dan hadir dalam banyak konteks, seperti ditunjukkan oleh empat atau lebih gejala berikut:
  1. Kecurigaan tanpa alas an yang memadai, bahwa orang lain mengeksploitasi, melukai, atau menipu dia.
  2. Asyik dengan keragu-raguan yang tak beralasan perihal loyalitas dan kepercayaan teman.
  3. Enggan membuka rahasia kepada orang lain lantaran takut yang tak mempunyai alas an bahwa informasi tersebut akan dipakainya untuk melakukan kejahatan.
  4. Menafsirka kejadian atau teguran ramah sebagai perendahan diam-diam atau bersungguh-sungguh mengancam;
  5. Terus menerus menanggung dendam, misalnya tidak memaafkan penghinaan, luka atau peremehan.
Ingin tahu selengkapnya lihat buku GENERAL PSYCHOLOGY: psikologi Kepribadian, persepsi, kognisi, emosi, & prilaku karya C. GEORGE BOEREE PENERJEMAH: HELMI J. FAUZI penerbit prismasophie cet 1

Kamis, 07 Juli 2011

Multiple personality


Multiple personality (splited personality, pribadi majemuk, jamak/rangkap, pluralisasi, ambivalensi)
Adalah dissasosiasi dan kepecahan/ keterbelahan komplit dari kepribadian terhadap lingkungannnya, disebabkan oleh adanya satu kompleks kejiwaan tertentu berupa kebiasaan-kebiasaan, emosi-emosi kompleks kejiwaan tertentu berupa kebiasaan-kebiasaan, emosi-emosi, ide-ide, kenangan-kenangan, harapan-harapan, kehendak-kehendak, pikrian-pikiran tertentu dan lain-lain yang terintegrasi, berbentuk satu kepribadian komplit; sedangkan kompleks-kompleks kepribadian lainnya, berupa kebiasaan, emosi, pikrian, kenangan, cita-cita, harapan dan lain-lain yang menjadi komponen lawannya (bersifat kebalikan dari kompleks yang pertama) juga menjadi satu kesatuan pribadi yang komplit lainnya. Masing-masing pribadi cenderung jadi otonom, berdiri sendiri, dan berdampingan, berjejer; tapi tidak berasosiasi satu sam lainnya.
            Pribadi yang satunya/yang lainnya itu biasanya tidak disadari. Dengan demikian ada osilasi atau ayunan antara dua kepribadian atau lebih: yaitu ada person yanag berginta ganti. Ini berlangsung beberapa kali dalam sehari, dalam satu minggu atau dalam beberapa bulan. Pada satu situasi sering terjadi amnesia mengenai person yang lain, yaitu tidak ingat dengan pribadi yang satunya. Bahkan ada kalanya berganti kepribadian lebih dari dua misalnya, 3, 4, 5, sampai 17 pribadi, yang berbeda-beda satu dengan lainnya.

Sebab-sebab multiple personality:
a.       ada presdiposisi kelemahan sistem syaraf.
b.      Pernah menderita kesussahan besar, kelelahan-kelelahan, shock emosional yang kuat, ada netveusitas yang kuat, maladjusment, dan ada kecenderungan-kecenderungan psikoneurotis.
c.       Ada represi dari beberapa kecenderungan dan kompleks-kompleks yang berbeda.
d.      Ada dorongan-dorongan sub-volutif yang cenderung untuk menjadi otonom dan mau berdiri sendiri secara lair.

treatment:       
·         Kesehatan badan sangat berguna bagi proses integritas kepribadian
·         Dengan metode hipnosa atau psikoanalisa dicoba meresintesekan kembali beberapa kepribadian yang saling berkonflik dan dissosiatif.

Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman






PEDOFILIA and INCEST

PEDOFILIA
Ialah gejala rasa tertarik dan mendapatkan kepuasan seksual pada orang dewasa dengan melakukan perstubuhan dengan anak-anak kecil.
Praktek pedofilia bisa berupa:
    1. Perbuatan dengan memperlihatkan alat kelamin kepada anak-anak.
    2. Memanipulasi tubuh anak-anak membelai-belai, menciumi, dan lain-lain)
    3. Melakukan coitus dengan ank-anak.

Praktek pedofilia biasanya dilakukan oleh laki-laki yang mempunyai kelainan/penyimpangan mental, bersifat psikotis, psikopat alkoholik atau asusila. Umur rata-rata dari orang-orang yang melakukan praktek pedofilia ini kurang lebih 35-45 tahun.
      Psikoterapi biasanya lebih berhasi dalam pengibatannya dari pada pemenjaraan.

INCEST
1.      Incest (zina dengan saudara) ialah relasi-relasi seksual diantara orang-orang berbeda jenis kelamin yang berkaitan darah dekat sekali, lewat ikatan darah. (J.P. Chaplin, 1981).
2.      Incest adalah hubungan seks diantara pria dan wanita didalam atau diluar perkawinan, dimana mereka terkait dengan hubungan kekerabatan yang dekat seklai.
Sebenarnya secara legal dan biologis mereka tidak diizinkan melakukan pernikahan dan melakukan hubungan senggama. Incest banyak terjadi dikalangan rakyat dari tingkat sosial ekonomi rendah dan pada orang yang keturunan darah  campuran. Juga banyak dijumpai dikalangan kaum bangsawan serta hartwan untuk menjamin kelangsungan “darah biru/kebangsawanannya”, dan menjamin terpusatnya harta kekayaan.
Pada banyak peristiwa incest “ayah-anak perempuan”, si anak berbuat demikian dengan kemauan sendiri (ada kompleks oedipus yang kuat).. jHanya sebagian kecil saja melakukan karena terpaksa atau diancam ayahnya. Juga ada incest kaka-adik dan incest ibu-anak perbuatan incest ini disebut pula dengan “penodaan darah” dan produk yang dihasikan dari tingkah laku ini seringkali melahirkan anak-anak yang cacat jasmaniah dan rohaniah.


Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman

Psikopat


Psikopat
Psikopat (pribadi sosiopatik, pribadi yang anti sosial/dissosial)
Psikopat ialah betuk kekalutan menatal ditandai tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi, orangnya tidak pernah bisa bertanggungjawab secara moral, selalu konflik dengan norma sosial dan hukum (karena sepanjang hayatnya ia hidup dalam lingkungan sosial yang abnormal dan immoral)
Pada umumnya orang yang psikopat ketika masa mudanya sedikit sekali bahkan hampir tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari lingkungannya, selama beberapa tahun yang pertama (0-3 tahun) dia tidak pernah merasakan kelembutan dan kemesraan, sehingga selama-lamanya anak itu tidak akan pernah dapat memebrikan dan menerima cinta kasi, sampai pada usia dewasa ia kehilangan perasaan sosial (soaialitas) dan rasa kemanusiaannya, sehingga ia tidak mampu menjalin releasi human dengan siapa saja, perasaannya selalu tidak senang dan tidak pernah merasa puas.
Penuh kebencian, dendam penolakan dan rasa dikejar-kejar (dituduh) sehingga jiwanya menjadi gelisah-resah penuh ketakutan, jadi kacau balau oleh bayangan pikiran yang kegila-gilaan. Terjadilah disorganisasi dan disintegrasi kepribadian, tanpa memliki rasa sosial dan rasa kemanusiaan yang wajar.

Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman

Faktor-faktor yang menyebabkan abnormalitas:


Faktor-faktor  yang menyebabkan abnormalitas:

Sebab-sebab yang menjadikan seseorang abnormal:
  1. faktor hederitas
  2. fektor sebelum lahir
  3. faktor ketika lahir
  4. faktor sesudah bayi lahir

  1. Faktor hederitas atau keturunan

yaitu antara  lain pada peristiwa idiophaty, pshikosa, penyakit TBC, neurosa, idiocy, psikosa sifilitik (oleh penyakit syphylis).

  1. Faktor sebelum lahir
    1. yaitu faktor karena kekurangan nutrisi, infeksi, dan luka-luka, serta keracunan sewaktu bayi ada dalam kandungan, peristiwa tersebut umumnya menyebabkan  kandungan gugur (abortus).
    2. seaktu ibu mengandung di menderita penyakit antara lain: kholera, thypus, malaria tropika khronis, gondok (bof) saat mengandung muda, sifilis, gabag/mazelen, TBC, sehingga berpengaruh buruk pada janin (feotus intra uterina). Bayi yang lahir mungkin akan menderita toxemia, yaitu peristiwa “keracunan pada darah”, sehingga terjadi abnormalitas pada sistem syaraf (neuron).
    3. terjadi intoxication (keracunan) pada janin, keran ibu mengandung meminum obat-obat penenang yang beracun: anatara lain obat thalidomide dan obat kontarseptif anti hamil yang sangat kuat mengandung racun. Tapi obat tersebut gagal atau tidak bekerja secara efektif. Sehingga menyebabkan pertumbuahn bayi dalam kandungan tidak normal, atau mengalami kerusakan mental fisik.
    4. Ibu mengalami spikosa (gila) ketika mengandung atau menjadi dekat ketika waktu akan melahirkan bayinya, dapat juga ibu mengalami keadaan panik shock/kejutan, atau dalam keadaan takut ketika ia sedang mengandung. Pada umumnya gangguan yang menimpa bayi yang akan lahir tadi berupa kelemahan/cacat mental.
    5. Ketika ibu sedang mengandung, perut atau kandungnannya terkena pukulan yang hebat, sehingga mengenai bayinya. Kepala bayi atau bagian vital lainnya terkena pukulan sehinggaa jadi rusak atau cacat.

  1. Faktor ketika lahir
Banyak resiko ketika ibu melahirkan anaknya . resiko tersebut dapat mengenai ibunya sendiri, sehingga mengancam keselamatan jiwanya. Dapat pula mengenai bayinya. Terutama sekali kelahiran anak pertam yang sulit sekali dan berlangsung lama.




  1. Faktor sesudah bayi lahir
dari sejumlah kelahiran, kira-kira 5% mengalami macam-macam gangguan, sehingga kelak mereka menjadi anak yang abnormal . gangguan dan kecelakaan teresbut terutama sekali terjadi ditahun pertama (0-3 tahun).

Adapun sebab-sebabnya antara lain ialah:
  1. pengalaman – pengalaman tarumatik.
  2. Kejang atau stuip, karena anak sakit panas tinggi sekali.
  3. Infeksi pada otak atau pada selaput otak oleh penyakit-penyakit cerebal meningintis, gabag dll.
  4. Kekurangan nutrisi.
  5. Faktor psikologis (karena kurang perhatian/kasih sayang)

Ingin tahu lebih lengkapnya lihat buku PSIKOLOGI ABNORMAL DAN ABNORMALITAS SEKSUAL karya DR. Kartini Kartono penerbit mandar maju,  halaman 31-35