Sabtu, 13 Agustus 2011

HEREDITAS DAN LINGKUNGAN


HEREDITAS DAN LINGKUNGAN
      Hereditas adalah pewarisan atau perpindahan karakteristik individu dari pihak orang tua, peristiwa ini terjadi melalui proses genetis. Lingkingan adalah hal-hal yang mencakup segala materiil dan setimuli didalam dan diluar diri individu, baik yang bersifat fisiologis, psikologis maupun sosial-kultural. Secara fisiologis, lingkungan meliputi segala kondisi dan meteriil jasmaniah didalam tubuh manusia. Secara psikologis, lingkungan mencakup segenap setimulasi yang berupa sifat-sifat “genes”, interaksi, selera, keinnginan, perasaan, minat dan lain-lain, yang diterima individu mulai sejak konsensi, kelahiran sampai kematiannya. Secara sosio-kultural, lingkungan  mencakup segenap setimulasi, interaksi dan kondisi eksternal dalam hubungannya dengan perlakuan ataupun perlakuan orang lain.

      Dasar perbedaan individual disebabkan karena kombinasi-kombinasi “genus”  yang mengakibbatkan perubahan-perubahan sifat. Pada “genus”. Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari proses hereditas adalah sebagai berikut:
1)   Sifat-sifat pribadi manusia pada umumnya tergantung pada pengaruh kombinasi-kombinasi “genus”.
2)   Sel benih dari masing-masing orang tua berisikan macam-macam kombinasi “genus” sebagai akibat dari adanya pembiaakan sel-sel.
3)   Sel-sel dari ayah dan ibu bertemu dan berinteraksi menghasilkan organisme baru yang membentuk berbagai macam kombinasi “genus” pada anak keturunannya.
      Pengaruh hereditas antara hereditas dan lingkungan terhadap perkembangan pribadi manusia, baik fisik maupun mental. Manusia mewariskan hidung, rambut, kulit, warna mata, bentuk tengkorak, dan kecendrungan untuk menjadi pendek atau tinggi. Cacat fisik seperti buta warna, bibir sumbing, jari buntung, dan lain-lain. Juga diwariskan. Penyakit-penyakit umum kecuali diabetes adalah tidak diwariskan. Dalam  segi mental, hanya ada dua macam cacat mental yang diwariskan, masing-masing yaitu: feeblemindedness dan huntington’s choreai yang di tandai dengan ketidak seimbangan fisik dan mental. Menurut kebanyakan ahli intelegensi dapat diwariskan.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar