Tampilkan postingan dengan label ilmu pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

Prinsip-Prinsip Motivasi Belajar

Aktivitas belajar bukanlah suatu kegiatan yang dilakukan yang terlepas dari factor lain. Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang melibatkan unsure jiwa dan raga. Belajar tak akan pernah dilakukan tanpa suatu dorongan yang kuat baik dari dalam yang lebih utama maupun dari luar sebagai upaya lain yang tak kalah pentingnya.
Faktor lain yang mempengaruhi aktivitas belajar seseorang itu dalam pembahasan ini disebut motivasi. Motivasi adalah gejala psikologis dalam bentuk dorongan yang timbul pada diri sesorang sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu. Motivasi bisa juga dalam bentuk usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendakinya atau mendapat kepuasan dengan perbuatannya.
Motivasi mempunyai peranan yang strategis dalam aktivitas belajar seseorang. Tidak ada seorang pun yang belajar tanpa motivasi. Tidak ada motivasi berarti tidak ada kegiatan belajar. Agar peranan motivasi lebih optimal, maka prinsip-prinsip motivasi dalam belajar tidak hanya diketahui, tetapi juga harus diterangkan dalam aktivitas belajar mengajar. Ada beberapa prinsip motivasi dalam belajar seperti dalam uraian berikut.
1.      Motivasi Sebagai Dasar Penggerak Yang Mendorong Aktivitas Belajar
Seseorang melakukan aktivitas belajar karena ada yang mendorongnya motivasilah sebagai dasar penggeraknya yang mendorong sseorang untuk belajar. Seseorang yang berminat untuk belajar belum sampai pada tataran motivasi belum menunjukkan aktivitas nyata. Minat merupakan kecenderungan psikologis yang menyenangi sesuatu objek, belum sampai melakukan kegiatan. Namun, minat adalah motivasi dalam belajar. Minat merupakan potensi psikologi yang dapat dimanfaatkan untuk menggali motivasi. Bila seseorang sudah termotivasi untuk belajar maka dia melakukan aktivitas belajar dalam rentangan waktu tertentu. Oleh karena itulah, motivasi diakui sebagi dasar penggerak yang mendorong aktivitas belsajar seseorang.
2.      Motivasi Intrinsic Lebih Utama Daripada Motivasi Ekstrinsik Dalam Belajar
Dari seluruh kebijakan pengajaran, guru lebih banyak memutuskan memberikan motivasi ekstrinsik kepada setiap anak didik. Tidak pernah ditemukan guru yang tidak memakai motivasi ekstrinsik dalam pengajaran. Anak didik yang malas belajar sangat berpotensi untuk diberikan motivasi ekstrinsik oleh guru supaya dia rajin belajar.
Efek yang tidak diharapkan dari pemberian motivasi ekstrinsik adalah kecendrungan ketergantungan anak didik terhadap segala sesuatu di luar dirinya. Selain kurang percaya diri, anak juga bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. Oleh karena itu, motivasi intrinsik lebih utama dalam belajar.
Anak didik yang belajar berdasarkan motivasi intrinsik sangat sedikit terpengaruh dari luar. Semangat belajarnya sangat kuat. Dia belajar bukan karena ingin mendapatkan nilai yang tinggi, mengharapkan pujian orang lain atau mengharapkan hadiah berupa benda, tetapi karena ingin memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya. Tanpa diberikan janji-janji yang muluk-muluk pun anak didik rajin belajar sendiri. Perintah tidak diperlukan, karena tanpa diperintah anak sudah taat pada jadwal belajar yang dibuatnya sendiri.
3.      Motivasi Berupa Pujian Lebiah Baik Daripada Hukuman
Meski hukuman tetap diberlakukan dalam memicu semangat belajar anak didik, tetapi masih lebih baik penghargaan berupa pujian. Setiap orang senang dihargai dan tidak suka dihukum dalam bentuk apapun jaga. Memuji orang lain berarti memberikan penghargaan atas prestasi kerja orang lain. Hal ini memberikan semangat kepada seseorang untuk lebih meningkatkan prestasi kerjanya. Tetapi pujian yang diucap itu tidak asal ucap, harus pada tempat dan kondisi yang tepat. Kesalahan pujian bisa bermakna mengejek.
4.      Motivasi Berhubungan Erat Dengan Kebutuhan Dalam Belajar
Kebutuhan yang tak bisa dihindari oleh anak didik adalah keinginan untuk menguasai sejumlah ilmu pengetahuan. Oleh karena itulah anak didik belajar. Karena bila tidak belajar berarti anak didik tidak akan mendapat ilmu pengetahuan. Bagaimana untuk mengembangkan diri dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki bila potensi-potensi tidak ditumbuh kembangkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan. Jadi, belajar adalah santapan utama anak didik.
5.      Motivasi Dapat Memupuk Optimisme Dalam Belajar
Anak didik yang mempunyai motivasi dalam belajar selalu yakin dapat menyelesaikan setiap pekerjaan yang dilakukan. Dia yakin bahwa belajar bukanlah kegiatan yang sia-sia. Hasilnya pasti akan berguna tidak hanya kini, tetapi dihari-hari mendatang. Setiap ulangan yang diberikan oleh guru bukan dihadapi dengan pesimisme, hati yang resah gelisah. Tetapi dia hadapi dengan tenang dan percaya diri. Biarpun ada anak didik yang lain membuka catatan ketika ulangan, dia tidak terpengaruh dan tetap tenang menjawab setiap soal item soal dari awal hingga akhir waktu yang ditentukan.
6.      Motivasi Melahirkan Prestasi Dalam Belajar
Dari berbagai hasil penelitian selalu menyimpulkan bahwa motivasi mempengaruhi prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi selalu dijadikan indikator baik buruknya prestasi belajar seseorang anak didik. Anak didik menyenangi mata pelajaran tertentu dengan senang hati mempelajari mata pelajaran itu. Selain memiliki bukunya, ringkasannya juga rapi dan lengkap. Setiap ada kesempatan selalu mata pelajaran yang disenangi itu yang dibaca. Wajarlah bila isi mata pelajaran itu dikuasai dalam waktu yang relatif singkat.

Jumat, 04 November 2011

Komponen-komponen Pembelajaran Aktif

Salah satu karakteristik dari pembelajaran yang menggunakan pembelajaran aktif (active learning) adalah adanya keaktifan siswa dan guru, sehingga terciptanya suasana belajar aktif. Untuk menciptakan suasana belajar aktif tidak lepas dari beberapa komponen yang mendukungnya. Adapun komponen yang mendukungnya adalah:
    1. Interaksi, siswa berinteraksi secara aktif dengan guru, rekan siswa, multi-media, referensi, lingkungan dsb.
    2. Komunikasi, siswa mengkomunikasikan pengalaman belajar mereka dengan guru dan rekan siswa lain melalui cerita, dialog atau melalui simulasi role-play.
    3. Refleksi, siswa memikirkan kembali tentang kebermaknaan apa yang mereka telah pelajari, dan apa yang mereka telah lakukan.
    4. Eksplorasi, siswa mengalami langsung dengan melibatkan semua indera mereka melalui pengamatan, percobaan, penyelidikan dan/atau wawancara.1

Dengan keempat komponen tersebut siswa dapat berinteraksi dengan gurunya, sesama teman dan berbagai penunjang belajar yang lain serta mengkomunikasikan atau mendiskusikan tentang pengalaman apa yang telah mereka peroleh dan memikirkan kembali mengenai pelajaran yang telah diterima dan terlibat langsung dalam kegiatan.
1 Anwar Fuadi, Paradigma Baru Dalam Pendidikan Dan Pembelajaran, http://istpi.wordpress.com/2008/06/27/paradigma-baru-dalam-pendidikan-dan-pembelajaran/, diakses tanggal 07 April 2010.

Prinsip-prinsip pembelajaran active learning

Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip pendekatan belajar aktif adalah tingkah laku yang mendasar bagi siswa yang selalu nampak dan menggambarkan keterlibatannya dalam proses belajar mengajar baik keterlibatan mental, intelektual maupun emosional yang dalam banyak hal dapat diisyaratkan sebagai keterlibatan langsung dalam berbagai bentuk keaktifan fisik.
Sedangkan dalam penerapan belajar aktif, seorang guru harus mampu membuat pelajaran yang diajarkan itu menantang dan merangsang daya cipta siswa untuk menemukan serta mengesankan bagi siswa. Untuk itu seorang guru harus memperhatikan beberapa prinsip dalam menerapkan belajar aktif.
Adapun prinsip-prinsip dari pembelajaran aktif adalah:
  1. Prinsip Motivasi
Motif adalah “daya dalam pribadi seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu.”1 Kalau seorang siswa rajin belajar, guru hendaknya menyelidiki apa kiranya motif yang mendorongnya. Kalau seorang siswa malas belajar, guru hendaknya menyelidiki mengapa ia berbuat demikian.
Guru hendaknya berperan sebagai pendorong, motivator, agar motif-motif yang positif dibangkitkan dan atau ditingkatkan dalam diri siswa. Ada dua jenis motivasi, yaitu motivasi dari dalam diri anak (intrinsik) dan motivasi dari luar diri anak (ekstrinsik). Motivasi dalam diri dapat dilakukan dengan menggairahkan perasaan ingin tahu anak, keinginan untuk mencoba, dan hasrat untuk maju dalam belajar. Motivasi dari luar dapat dilakukan dengan memberikan ganjaran, misalnya melalui pujian, hukuman, misalnya dengan penugasan untuk memperbaiki pekerjaan rumahnya.

  1. Prinsip Latar atau Konteks
Para guru perlu menyelidiki tentang latar belakang siswa, baik pengetahuan, ketrampilan, sikap dan pengalaman. Perolehan ini perlu dihubungkan dengan bahan pelajaran baru yang hendak diajarkan guru kepada siswa, atau yang dipelajari siswa agar pelajaran dapat dicerna dengan mudah oleh siswa.2

Dalam belajar para siswa mempelajari sesuatu hal yang baru dan mengetahui hal-hal lain yang secara langsung atau tak langsung berkaitan. Karena itu, para guru perlu meyelidiki apa kira-kira pengetahuan, perasaan, ketrampilan, sikap, dan pengalaman yang telah dimiliki para siswa.
  1. Prinsip Keterarahan kepada Titik Pusat atau Fokus Tertentu.
Agar perhatian murid tidak terpecah dalam materi pelajaran, guru perlu membuat suatu bentuk atau pola pelajaran. Pelajaran yang direncanakan dalam suatu bentuk atau pola tertentu akan mampu mengaitkan bagian-bagian yang terpisah dalam suatu pelajaran.3

Tanpa suatu pola, pelajaran dapat terpecah-pecah, dan para siswa akan sulit memusatkan perhatian. Titik pusat itu dapat tercipta melalui upaya merumuskan masalah yang hendak dipecahkan, merumuskan pertanyaan yang hendak dijawab, atau merumuskan konsep yang hendak ditemukan.
  1. Prinsip Hubungan Sosial atau Sosialisasi
Dalam belajar para siswa perlu dilatih untuk bekerja sama dengan rekan-rekan sebayanya. Ada kegiatan belajar tertentu yang akan lebih berhasil jika dikerjakan secara bersama-sama daripada dikerjakan secara individual.4 Mereka dapat dibagi kedalam kelompok dan kepada setiap kelompok diberikan tugas yang berbeda-beda. Latihan bekerja sama sangatlah penting dalam proses pembentukan kepribadian anak.
  1. Prinsip Belajar Sambil Bekerja
Anak-anak pada hakikatnya belajar sambil bekerja atau melakukan aktivitas. Bekerja adalah tuntutan pernyataan dari anak. Karena itu, anak-anak perlu diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan nyata yang melibatkan otot dan pikirannya. Semakin anak bertumbuh semakin berkurang kadar bekerja dan semakin bertambah kadar berpikir.5
Apa yang diperoleh anak melalui kegiatan bekerja, mencari, dan menemukan sendiri tak akan mudah dilupakan. Hal itu akan tertanam dalam hati sanubari dan pikiran anak. Para siswa akan bergembira kalau mereka diberi kesempatan untuk menyalurkan kemampuan bekerjanya.
  1. Prinsip Perbedaan Perorangan atau Individualisasi
Masing-masing individu mempunyai kecenderungan yang berbeda. Misalnya dalam kadar kepintaran, kegemaran, latar belakang keluarga, sifat dan kebiasaan. Untuk itu para guru diharapkan tidak memperlakukan sama siswa-siswanya, agar kecepatan dan keberhasilan belajar anak dapatlah ditumbuh kembangkan seoptimal mungkin.6

Jika perbedaan individu siswa dipelajari dan dimanfaatkan dengan tepat, maka kecepatan dan keberhasilan belajar anak dapat ditumbuhkembangkan.
  1. Prinsip Menemukan
Seorang guru hendaknya dapat memberikan kesempatan kepada semua siswanya untuk mencari dan menemukan sendiri beberapa informasi yang telah dimiliki.7 Informasi guru tersebut hendaknya dibatasi pada informasi yang benar-benar mendasar dan ‘memancing’ siswa untuk ‘mengail’ informasi selanjutnya.
Jika para siswa ini diberi peluang untuk mencari dan menemukan sendiri informasi itu, maka mereka akan merasakan getaran pikiran, perasaan dan hati. Getaran-getaran dalam diri siswa ini akan membuat kegiatan belajar tidak membosankan, malah menggairahkan.
  1. Prinsip Pemecahan Masalah
Seluruh kegiatan siswa akan terarah jika didorong untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Guna mencapai tujuan-tujuan, para siswa dihadapkan dengan situasi bermasalah agar mereka peka terhadap masalah.8
Kepekaan terhadap masalah dapat ditimbulkan jika para siswa dihadapkan kepada situasi yang memerlukan pemecahan. Para guru hendaknya mendorong para siswa untuk melihat masalah, merumuskannya, dan berdaya upaya untuk memecahkannya sejauh taraf kemampuan para siswa.
1 Conny Semiawan, Pendekatan Ketrampilan Proses.( Jakarta: Gramedia, 1992).10.
2 Zuhairini, Metodologi,. 116.
3 Semiawan, Pendekatan,. 10.
4 Zuhairini, Metodologi,. 117.
5 Semiawan, Pendekatan,. 11.
6 Zuhairini, Metodologi,. 117.
7 Ibid,.
8 Semiawan, Pendekatan,. 13.

Selasa, 04 Januari 2011

Lembaga-Lembaga Pendidikan Pasca Rosululloh

Lembaga-Lembaga Pendidikan Pasca Rosululloh
            Lembaga-lembaga pendidikan islam sebelum bangkitnya madrasah pada masa klasik, adalah[1]

1)      Suffah
            Suffah adalah suatu tempat yang di pakai untuk aktivitas pendidikan yang menyediakan pemondokan bagi mereka yang tergolong miskin. Mereka belajar membaca, menghafal Al-Qur’an, dan hukum islam. Seiring perkembangan berikutnya, sekolah Suffah juga menawarkan pelajaran dasar menghitung, kedokteran, astronomi, geneologi, dan ilmu filsafat.

2)      Kuttab
            Pada awalnya Kuttab hanya mengajarkan baca dan tulis Arab. Kemudian pada perkembangan selanjutnya, Kuttab juga mengajarkan dasar-dasar agama islam secara utuh.

3)      Halaqoh
            Halaqoh artinya lingkaran. Artinya proses belajar mengajar di sini dilaksanakan di mana mired melingkari gurunya. Kegiatan Halaqoh ini tidak khusus untuk mengajarkan atau mendiskusikan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan seperti filsafat.



4)      Majlis
            Istilah majlis telah dipakai dalam pendidikan sejak abad pertama islam, mulanya ia merujuk pada arti tempat-tempat perlaksanakan belajar mengajar. Pada perkembangan berikutnya di saat dunia pendidikan islam mengalami zaman keemasan, majlis berarti sesi di mana aktivitas pengajaran atau berlangsung.
            Seiring dengan perkembangan pengetahuan dalam islam, majlis digunakan sebagai kegiatan transfer ilmu pengetahuan.

5)      Masjid
            Masjid telah menjadi pusat kegiatan dan informasi berbagai masalah kaum muslimin, baik yang menyangkut pendidikan maupun sosial ekonomi. Namun, yang lebih penting adalah sebagai lembaga pendidikan.
            Perkembangan masjid sangat signifikan dengan perkembangan yang terjadi di masyarakat, terlebih lagi pada saat masyarakat islam mengalami kemajuan.

6)      Khan
            Khan biasanya difungsikan sebagai penyimpanan barang-barang dalam jumlah besar atau sebagai sarana komersial yang memiliki banyak toko, seperti, Khan Al Narsi yang berlokasi di alun-alun karkh di Baghdad.

7)      Ribarth
            Ribath adalah tempat kegiatan kaum sufi yang ingin menjauhkan diri dari kehidupan duniawi dan mengonsentrasikan diri untuk semata-mata ibadah.

8)      Rumah-Ulama’
            Rumah sebenarnya bukan tempat yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar, namun para ulama di zaman klasik banyak yang mempergunakan rumahnya secara ikhlas untuk kegiatan belajar mengajar dan pengembangan ilmu pengetahuan.

9)      Toko-toko buku-Perpustakaan
            Toko-toko buku memiliki peranan penting dalam kegiatan keilmuan islam, pada awalnya memang hanya menjual buku-buku, tetapi berikutnya menjadi sarana untuk berdiskusi dan berdebat, bahkan pertemuan rutin sering dirancang dan dilaksanakan di situ.
            Di samping toko buku, perpustakaan juga memiliki peranan penting dalam kegiatan transfer keilmuan islam.

10)   Rumah sakit
            Rumah sakit pada zaman klasik bukan saja berfungsi sebagai tempat merawat dan mengobati orang-orang sakit, tetapi juga mendidik tenaga-tenaga yang berhubungan dengan perawatan dan pengobatan. Pada masa itu, percobaan dalam bidang kedokteran dan obat-obatan dilaksanakan sehingga ilmu kedokteran dan obat-obatan cukup pesat.
            Rumah sakit juga merupakan tempat praktikum sekolah kedokteran yang didirikan di luar rumah sakit, rumah sakit juga berfungsi sebagai lembaga pendidikan.

11)   Badiah (padang pasir, dusun tempat tinggal badui)
            Badiah merupakan sumber bahasa Arab yang asli dan murni, dan mereka tetap mempertahankan keaslian dan kemurnian bahasa Arab. Oleh karena itu badiah-badiah menjadi pusat untuk pelajaran bahasa Arab yang asli dan murni. Sehingga banyak anak-anak khulifah, ulama-ulama dan para ahli ilmu pengetahuan pergi kebadiah-badiah dalam rangka mempelajari bahasa dan kesusastraan Arab. Dengan begitu badiah-badiah telah berfungsi sebagai lembaga pendidikan.


[1] . Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafika Persada, 2004), h. 32-42

BERBAGAI MERTODE PEMBELAJARAN SERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHANNYA


BERBAGAI MERTODE PEMBELAJARAN SERTA KELEMAHAN DAN KELEBIHANNYA
Metode adalah cara yang digunakan mengelemntasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal,
Macam-macam mmetode pembelajaran:
a.                     Ceramah
Ceramah adalah metode yang dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada siswa.
Kelebihan metode ceramah:
1.        Metode ini mudah untk dilakukan.
2.        Dapat menyajikan metode pelajaran yang luas.
3.        Dengan ceramah guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang perlu diterangkan.
4.        Organisasi kelas dengan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana.
Kelemahan metode ceramah
1.      Siswa akan tergantung pada apa yang akan dikuasai oleh guru.
2.      Siswa ada yang tidak jelas dengan apa yang disampaikan.
3.      Sering membosankan karena kemampuan dan tekhnik guru yang kurang baik.
4.      Sulit mengetahui apakh siswa dengan mengerti apa yang telah dijelaskan.
Metode demonstrasi
Adalah metode pembelajaran yang menggunakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya ataupun benda tiruan.

Kelebihan metode demonstrasi:
1.      Siswa dapat faham karena disuruh langsung memeperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
2.      Proses pembelajaran akan semakin menarik karena siswa tidak hanya mendengar namun juga melihat peristiwa yang terjadi.
3.      Dengan cara mengemati langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkannya.
Kelemahan metode demonstrasi:
1.      Memerlukan persiapan yang matang bila metode ini gagal maka tidkan peralatan, tak efektif lagi.
2.      Demonstarsi memerlukan peralatn, bahan-bahantempat yang memadai, dan memerlukan biaya yang sangat banyak.
3.      Demonstrasi memerlukan ketrampilan dan kemampuan guru yang khusus, sehingga guru dituntut bekerja lebih profesional.
b.                    Metode diskusi
Diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa kepada suatu permasalahan yang tujuannya untuk memecahkan suatu masalah, menjawab suatu pertanyaan, dan mengetahui pengetahuan siswa serta membuat sutu keputusan.
Kelebihan metode diskusi
1.        Menjadikan siswa lebih keratif khususnya dalam memberikan gagasan-gagasan, dan ide.
2.        Dapat melatih siswa aga memebiasakan bertukar pikirandalam mengatasi suatu permasalahan.
Kelemahan metode diskusi:
1.      Kadang-kadang pembahasab menjadi lebih luas
2.      Memerlukan waktu panjang.
3.      sering terjadi perbedaan pendapat yang tidak terkontrol dan emosional.
c.                     Metode simulasi
Metode ini dapat diartiakan sebagai cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami konsep, prinsip atau ketrampilan tertentu, metode ini sangat bermanfaat bagi siswa.
Kelebihan metode simulasi:
1.        Dapat mengembangkan kreatifitas siswa
2.        Dapat memupuk keberanian dan percaya diri.
3.        Dapat meningkatkan gairah siswa dalam proses pembelajaran.
Kelemahan metode simulasi
1.      Tidak selalu tepat dengan kejadian dilapangan.
2.      Sering dibuat sebagai alat hiburan sehingga jam pelajaran menjadi terabaikan.

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PEMBELAJARN KONTEKSTUAL (CTL)

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
PEMBELAJARN KONTEKSTUAL
(CTL)
1. Latar belakang penegembangan pembelajaran konntekstual.
Penegembangan yang berorientasi pada penguasaan materi dianggap gagal menghasilkan peserta didik yang aktif, kreatif dan inofatif.
Anak akan belajar lebihh baik jika lingkungan diciptakan secara alamiah artinya belajar akan lebih bermakna jika anak bekerja dan mengalami sendiri apa yang dipelajarinya bukan sekedar mengetahuinya.
Dalam pengembangan konntekstual tugas guru adalah memfasilitasi siswa untuk menemukan sesuatu yang baru (pengetahuan dan ketrampilan) melalui pembelajaran sendiri bukan apa kata guru.
2. Pengertian pembelajaran kontekstual
Yaitu suatu proses pendidikab yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pelajaran yang mereka pelajari. Dengan cara menghubungkan dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya baik sosial maupun budayanya.
3. Karakteristik pembelajaran kontekstual menurut johnson ada beberapa komponen utama:
1. Melakukan hubungan yang bermakna
2. Belajar yang diatur sendiri
3. Bekerja sama
4. Berfikir kritis dan kreatif
5. Mengasah/memelihara kepribadian siswa
6. Mencapai standar yang tinggi
7. Menggunakan penilaian yang autentik.
4. Ciri-ciri pembelajar kontekstual:
1. Adanya kerja semua pihak
2. Pentingnya pemecahan maslah
3. Saling menunjang
4. Menyenengkan tidak membosankan.
5. Belajar dengan bergairah
6. Pembelajar terintegrasi
7. Menggunakan berbagai sumber
8. Siswa aktif
9. Siswa kritis guru kreatif
10. Sharing dengan teman

5. Kata kunci pembelajaran kontekstual
1. Mengutamakan pengalaman nyata
2. Berfikir tingkat tinggi
3. Berpusat pada siswa
4. Siswa aktif, kritis, dan kreatif.
5. Penetahuan bermakna dalam kehidupan
6. Dekat dengan kehidupan nyata
7. Perubahan prilaku
8. Siswa praktik, bukan menghafal
9. Pendidikan bukan pengajaran
10. Pembentukan manusia
11. Memecahkan masalah
12. Siswa aktif guru mengarahkan
6. Fokus pembelajaran kontekstual
1. Belajar berbasis maslah
Yaitu pendekata pengajaran yang memperkenalkan siswa untuk mempelajari konteks bermakna sesuai dengan kehidupan nyata.
Belajar berbasis inquiri yang membutuhkan strategi pengajaran yang mengikuti metodologi sains dan menyediakan kesempatan untuk pembelajaran bermakna.
2. Belajar berbasis berobjek / tugas
3. Belajar berbasis kerja.

Pengembangan variasi startegi belajar mengajar (dasar, tujun, dan manfaat)

Pengembangan variasi startegi belajar mengajar (dasar, tujun, dan manfaat)
Pengelolaan pengajaran adalah kegiatan mengajar itu sendiri yang melibatkan secra langsung komponen materi pengajaran metode pengajaran dengan alat bantu pengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran.
Sedangkan pengelolaan kelas yaitu penciptaan kondisi yang memungkinkan pengelolaan pengajaran dapat berlangsung secara optimal secara sederhana.
Permasalahan dalam pengelaolaan kelasa dapat dibagi menjadi dua:
1. Masalah yang bersumber dari siswa.
2. Masalah yang bersumber dari kondisi tempat belajar.
Maka perlu kehati-hatian dalam menganal apakh suatu masalah itu individu atau kelompok atau malah sebaliknya suatu masalah kelompok hanya menampakkan sebagai masalah individu.
Dibawah ini membahas pendekatan yang membahas teknik dan komponen dalam mengelola kelas:
1. Pendekatan modifikasi prilaku.
Bahwa tingkah laku manusia yang baik maupun yang buruk pada ingkatan tertentu merupaka hasil belajar.
2. Pendekatan iklim sosial emosional.
3. Pendekatan proses kelompok.
Tujuan dan manfaat pengelolaan kelas:
a. Mendorong dan memeratakan partisipasi.
b. Mengusahakan berkompromi.
c. Mengurangi ketegangan.
d. Memperjelas komunikasi.
e. Mengatasi pertentangan antar pribadi atau kelompok.
f. Menunjukkan kehadiran.
g. Menerapkan sanksi.
Referensi: Drs. JJ hasibun Dip Ed ibrahim Mse dkk proses belajar mengajar bandung CV Remadya karya 1983.

CLASROOM MANAGEMENT

CLASROOM MANAGEMENT
Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru unntuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Jadi pengelolaan kelas yaitu kegiatan unntuk menciptakan dan mempertahankan, mislanya penghentian tingkah laku siswa yang menyelewengkan perhatian kelas pemberian ganjaran baik ketetapan waktu penyelesaian tugas oleh siswa, penetapan norma kelompok yang produktif.
Kegiatan belajar yang optimal dapat tercipta jika guru mampu mengatur siswa dengan saran pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran pengelolaan kelas yang efektif merupakan pasyarat mutlakk bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.
Ada beberapa prinsip penggunaan ketrampilan mengelola kelas yaitu:
a. Kehangatan dan ketrampilan
Guru dapat memudahkan terciptanya iklim kelas yang menyenangkan yang merupakan salah satu syarat bagi terciptanya kegiatan belajar yang optimal.
b. Tantangan
Penggunaan kata atau bahan yang menantang akan meningkatkan gairah siswa untuk belajar sehingga mengurangi kemungkinan munculnya tingkah laku yang menyimpang.
c. Bervariasi
Penggunaan alat/media, gaya dan inetraksi belajar mengajar yang bervariasi merupakan kunci tercapainya pengeolaan kelas yang efektif dan menghindari kejenuhan.
d. Keluesan
Keluesan tingkah laku guru untuk mengubah strategi mwngajarnya dapat menncegah kemungkinan munculnya gangguan siswa serta menciptakan iklim belajar mengajar yang efektif.
e. Penekanan pada hal yang positif
Pada dasrnya ldalam mengajar dan mendidik guru harus menekankan hal-hal yang positif dan mengdari pemusatan siswa pada hal yang negatif
f. Penanaman disiplin diri
Pengembangan disiplin diri sendiri oleh siswa merupakan tujuan akhir dari pengelolaan kelas untuk itu gruru harus selalu mendorong siswa untuk membiasakan disiplin diri dan guru sendiri.
Adapun tujuan pengelolaan kelas adalah siswa agar siswa dapat belajar dengan tertib sehiingga tujuan pengajarannya tercapai secara efektif dan efisien.
Adapun pengelolaan kelas yang baik seperti yang dikemukakan oleh john joralmet dan clifurd ofosta adalah:
- Pengelolaan kelas yang baik mempertanggungjawbakan perkembangan mental dan sosial murid.
- Memeberi kebebasan inneteltualitas fisik dalam karakter yang ditentukan.
- Memungkinkan pencapaian tujuan instruksiona.
- Mengizinkan kepada murid untuk ikut berpartisipasi atas pengelolaan kelas.
- Mengizinkan kepada murid untuk mengembangkan kecakapan sendiri dan tiddak tergantung pada oran lain.

TEKNIK MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJAAN

TEKNIK MEMBUKA DAN MENUTUP PELAJAAN
Membuka pelajaran adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokonndisi bagi murid agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya. Sehingga usaha tersebut akan memebrikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar mengajar, tujuannya untuk menyiapkan mental siswa agar siap memasuki persoalan yang akan dipelajari atau dibicarakan.
Kompponen ketrampilan membuka dan menutup pelajaran:
a. Menarik perhatian siswa, banyak cara guru untuk menarik perhatian siswa antara lain:
- Gaya mengajar guru yang bervariasi
- Penggunaan alat bantu pelajaran
- Pola interkasi yang bervarasi

b. Menimbulkan motivasi dengan cara
- Disertai kehangatan dan keantusiasan
- Menimbulkkan rasa ingin tahu
- Mengemukakan ide yanng bertentangan
- Memperhatikan minat siswa

c. Memberikan acuan melalui berbagai usaha meliputi:
- Mengemukakan tujuan dan batas negara
- Menngkatkan masalah pokok yang akan dibahas
- Menyarankan langkah-langkah yang akan dibahas
- Mengajukan pertanyaan

d. Membuat kaitan atau hubungan diantara materi::
Yang akan dipelajari dengan pengalaman dan pengetahuan yang telah dikuasai siswa.

2. Menutup pelajaran
Cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam menutup pelajaran adalah :
a. Meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkup inti pelajaran dan membuat ringkasan.
b. Mengevaluasi, bentuk evaluasi yang dapat dilakukan antara lain:

- Mendemonstrasikan ketrampilan.
- Mengaplikasikan ide baru pada situasi alam.
- Mengeksplorasi pendapat siswa sendiri.
- Memberikan soal tertulis.

Minggu, 02 Januari 2011

Pembelajaran akselerasi

Pembelajaran akselerasi
Definisi akselerasi
Menurut Col Anggelo istilah akselerasi menunjukkan pada pelayanan yang diberikan dan kurikulum yang disampaikan sebagai model pembelajajaran akselerasi termasuk meloncat kelas, mengikuti pembelajaran tertentu pada kelas diatasanya, sehingga pemebelajaran akselerasi mempercepat bahan ajar dari yang dikuasai siswa saat itu.
Syarat-syarat akselerasi

- IQ diatas 125 bagi siswa yang kurang menunjukkan prestasi akademik.
- Memiliki fisik sehat
- Bebas dari problem emosional dan sosial.
Manfaat akselerasi:

- Meningkatkan efisiensi.
- Meningkatkan efektifitas siswa yang terkait pada tingkat kelas yang dipersiapkan dan menguasai ketrampilan sebelumnya merupakan siswa yang paling efektif.
- Tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk mendidik anak berbakat.
- Membuka siswa pada kelompok barunya siswa dimungkinkan untuk bergabung dengan siswa lain yang memiliki kemampuan intelektual dan akademis yang sama.
- Meningkatkan waktu untuk berkarir
- Adanya waktu belajar berkurang akan meningkatkan produktifitas penghasilan siswa dan kehidupan pribadinya.

Kelemahan akselerasi menurut sortharm dan jones:

a. Segi akademik
1. Bahan ajar terlalu tinggi bagi siswa akselerasi.
2. Bisa jadi kemampuan siswa akse;erasi yang terlihat melebihi temannya hanya bersifat sementara.
3. Siswa akselerasi kemungkinan imatur secara sosial fisik dan emosional dalam tingkatan kelas tertentu.



b. Segi penyesuaian sosial
1. Siswa akan didorong untuk berfikir sehingga mereka kekurangan waktu untuk beraktifitas dengan sebenarnya.
2. Siswa sekelasnya yang lebih tua tidak mungkin setuju memberikan perhatian kepada yang lebih muda usianya.
3. Siswa sekelasnya yang lebih tua mungkin akan menolaknya.

c. Berkurangnya kesempatan kegiatan ekstra kulikuler.
Referensi (reni kabar hawadi akselerasi, gramemdia widiasarana indonesia jakarta:2004)

Faktor faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran

Faktor faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran

Faktor yang dapat memepengaruhi proses pembelajaran diantaranya faktor guru, siswa sarana dan alat yang tersedia serta faktor lingkungan

1. faktor guru
gurur adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran, meski bagus dan idealnya suatu strategi, tanpa guru tidak mungkin hal itu dapat diaplikasikan. Keberhasilannya tergantung kepiawaiannya.
2. Faktor siswa
Siswa suatu organisme unik yang berkembang sesuai perkembangannya yang merupakan perkembangan seluruh aspek kepribadiannya. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama.
3. Faktor sarana dan prasarana
Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pemmbelajaran, sedangkan prasarana adalah segala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran.
4. Faktor lingkugan
Dilihat dari dimensi lingkungan ada dua faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yaitu fakor organisasi kelas yang didalamnya meliputi jumlah siswa didalam kelas yang dapat mempengaruhi belajar, organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif untuk suatu masalah, menjawab memahami, pengetahuan siswa serta membuat suatu keputusan.


Ada jenis pembagian yang lain yaitu:
1. Faktor internal
a. Faktor fisik
- Kelelahan
- Cacat fisik

b. Faktor psikis
- Bakat, minat, intelegensi, motivasi.


Faktor lingkungan:

b. Keluarga:
- pola asuh
- ekonomi
- orang tua
c. sekolah:
- guru
- kurikulum
- metode
- sarana dan prasarana
d. masyarakat:
- kulture
- keterlibatan dalam masyarakat