Jumat, 05 November 2010

Kerangka Berfikir Aliran-Aliran Ilmu Kalam

Kerangka Berfikir Aliran-Aliran Ilmu Kalam
Dalam mengkaji aliran-aliran ilmu kalam pada dasarnya merupakan proses pengambilan keputusan para ulama teologi Islam dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kalam.
Terjadinya perbedaan pendapat di dalam masalah objek teologi sebenarnya berkaitan dengan erat dengan cara (metode) berfikir aliran-aliran ilmu kalam dalam menguraikan objek pengkajian (persoalan-persoalan kalam). Metode berfikir secara garis besarnya dapat dikategorikan menjadi dua macam, yaitu kerangka berfikir rasional dan metode berfikir tradisional.
Metode berfikir rasional memiliki prinsip-prinsip berikut:
1. Hanya terikat pada dogma-dogma yang dengan jelas dan tegas disebut dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, yakni ayat yang qat’I (teks yang tidak diinterpretasikan lagi kepada arti lain, selain arti harfiahnya).
2. Memberikan kebebasan kepada manusia dalam berbuat dan berkehendak serta memberikan daya yang kuat kepada akal.
Adapun metode berfikir tradisional memiliki prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Terikat pada dogma-dogma dan ayat-ayat yang mengandung arti zhanni (teks yang boleh mengandung arti lain selain dari arti harfiahnya).
2. Tidak memberikan kebebasan kepada manusia dalam berkehendak dan berbuat.
3. Memberikan daya yang kecil (sempit) kepada akal.

COBA JUGA:
- Yang melatar belakangi munculnya ilmu kalam ini, tidak lepas dari sejarah yang panjang. Yang mana pada waktu itu terjadi pembunuhan terhadap Khalifah ‘Usman bin Affan. Sebagai mana yang dipaparkan oleh Harun Nasution, READ MORE......
- Latar belakang berdirinya ilmu kalam (Teologi Islam) adalah dipicu oleh persoalan-pesoalan Politik yang tumbuh dan muncul mengenai peristiwa terbunuhnya Usman bin Affan yang berakibat atas READ MORE.....


- Aliran Mu’tazilah, Asy’ariyah, Maturidiyah, dan juga Syi’ah, tak dipungkiri sebagai aliran-aliran besar dalam sejarah pemikiran Kalam. Disebut sebagai “aliran-aliran besar”, paling tidak, saya dapat mengemukakan beberapa alasan akademis berikut :
Pertama,   secara metodologis, keempat aliran READ MORE .....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar